Beranda Tentang Akar Bangsa Visi & Misi Tokoh & Afiliasi Mimbar Bebas Orasi Posko Pengaduan Rakyat Kajian Isu Strategis Kontak Admin – Login Daftar Sekarang
Berita

Akar Bangsa Apresiasi Lalu Hadrian Irfani Kawal Pendidikan NTB, dari PIP hingga Revitalisasi Sekolah

Diterbitkan: Agustus 08, 2026 • Oleh: Admin
MATARAM — Akar Bangsa memberikan apresiasi terhadap kepedulian dan komitmen Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., dalam memperjuangkan peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) NTB I atau Pulau Lombok.

Ketua Akar Bangsa, Fidar Khairul Diaz, menilai perhatian Lalu Hadrian Irfani terhadap sektor pendidikan tidak hanya terlihat melalui kebijakan, tetapi juga dari pengawalan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah program pendidikan yang menjadi perhatian di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), serta program rehabilitasi dan revitalisasi sekolah.

“Akar Bangsa mengapresiasi kepedulian dan konsistensi Lalu Hadrian Irfani dalam mengawal sektor pendidikan di NTB. Perjuangan seperti ini sangat penting karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia NTB,” ujar Fidar.

Akar Bangsa Apresiasi Pengawalan Program PIP di Pulau Lombok

Menurut Fidar, salah satu bentuk perhatian yang mendapat apresiasi adalah pengawalan terhadap penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa di Pulau Lombok.

Lalu Hadrian disebut menargetkan aspirasi hingga 150.000 penerima PIP pada tahun berjalan untuk siswa di Pulau Lombok.

Di sejumlah wilayah, termasuk Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, penyaluran PIP terus menjadi perhatian agar manfaat program dapat diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan.

Selain memperjuangkan akses dan kuota penerima, Lalu Hadrian juga mengingatkan orang tua agar dana PIP digunakan sesuai dengan tujuan program, yakni membantu memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik.

Dana PIP diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan belajar, mulai dari perlengkapan sekolah, buku, seragam, hingga kebutuhan pendukung pendidikan anak.

Dorong Akses KIP Kuliah bagi Anak NTB

Perhatian terhadap sektor pendidikan juga mencakup jenjang perguruan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Fidar menilai keberlanjutan akses KIP Kuliah sangat penting bagi generasi muda NTB yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan tinggi merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia NTB yang berkualitas.

“Jangan sampai anak-anak yang memiliki prestasi harus berhenti melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan biaya. Program KIP Kuliah menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka kesempatan tersebut,” kata Fidar.

Ia berharap pengawalan terhadap program KIP Kuliah dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak anak NTB dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Akar Bangsa Soroti Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah

Selain bantuan pendidikan bagi siswa, Akar Bangsa juga mengapresiasi perhatian Lalu Hadrian Irfani terhadap rehabilitasi dan revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan.

Fasilitas pendidikan yang aman dan layak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa dan guru.

Sejumlah sekolah di wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram menjadi bagian dari perhatian dalam upaya mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Salah satu agenda yang tengah diperjuangkan adalah dukungan anggaran untuk perbaikan fasilitas fisik SMA Negeri 1 Gunungsari melalui penganggaran tahun 2027.

Lalu Hadrian juga mendorong kepala sekolah yang memiliki bangunan atau fasilitas rusak untuk segera menyampaikan proposal usulan perbaikan agar kebutuhan tersebut dapat diperjuangkan melalui jalur aspirasi dan program pemerintah pusat.

Bagi Akar Bangsa, perhatian terhadap sarana pendidikan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya menyangkut bantuan langsung kepada siswa, tetapi juga memastikan sekolah memiliki fasilitas yang memadai.

Pembangunan Pendidikan Harus Beriringan dengan Kesejahteraan Guru

Ketua Akar Bangsa, Fidar Khairul Diaz, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah.

Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, keberlanjutan pendidikan siswa, serta kesejahteraan tenaga pendidik harus berjalan secara beriringan.

“Gedung sekolah yang baik memang penting, tetapi kualitas manusia di dalamnya jauh lebih penting. Karena itu, pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan perhatian terhadap kesejahteraan guru,” tegas Fidar.

Ia menilai guru memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, berbagai kebijakan pendidikan perlu memperhatikan bukan hanya peserta didik dan infrastruktur, tetapi juga kondisi tenaga pendidik.

Akar Bangsa Dorong Pendidikan NTB Semakin Inklusif

Akar Bangsa berharap pengawalan terhadap berbagai program pendidikan di NTB dapat terus dilakukan secara konsisten dan diperluas ke berbagai wilayah.

Menurut Fidar, akses pendidikan yang merata menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda NTB.

“Kami berharap komitmen ini terus dijaga dan diperluas. Pendidikan adalah jalan utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi NTB di masa mendatang,” pungkas Fidar.

Akar Bangsa menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan agar berbagai program pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pengawalan yang berkelanjutan, program seperti PIP, KIP Kuliah, rehabilitasi sekolah, dan peningkatan kualitas pendidikan diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat NTB, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.